Berikut Rekomendasi ASPPI Samosir untuk Sambut Wisatawan Jelang Nataru

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID– Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Samosir menyampaikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan Pemerintah Samosir untuk menyambut wisatawan jelang Natal dan Tahun Baru.

Ombang Siboro, Ketua ASPPI Samosir, menyampaikan persiapan tersebut guna mencegah bencana pariwisata yang tidak diinginkan khususnya jelang Nataru. Antisipasi atas bencana pariwisata ini diharapkan dapat meningkatkan kemajuan pariwisata Samosir.

“Jadi yang namanya bencana pariwisata adalah segala sesuatu peristiwa yang bersifat mengganggu rasa nyaman perjalanan, menimbulkan kerugian materil, mengancam keselamatan dan nyawa wisatawan. Ini menyebabkan yang bersangkutan memutuskan untuk tidak akan berkunjung lagi ke destinasi tersebut,” jelas Ombang dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatawan Wartawan Online (IWO) berjudul Antisipasi Bencana, Siapkah Pemkab Samosir Sambutan Wisatawan pada Liburan Nataru 2024? di Puro Kafe Pangururan Samosir.

Dalam diskusi tersebut hadir sejumlah pejabat yakni Kepala Dinas Pariwisata Samosir Tetti Naibaho, Kepala Dinas Perhubungan Lasfayer Sipayung, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Rista Sitanggang, Kepala BNPB Sarimpol Manihuruk, anggota IWO dan pihak lainnya.

BERSPONSOR

Secara khusus, Ombang menyorot sejumlah hal yang kerap menjadi persoalan pariwisata Samosir. Di antaranya seragam polisi bisa membuat para wisatawan tidak nyaman, asap rokok, interior angkutan umum, parkir, ketersediaan makanan, kemacetan, dan sistem booking hotel dan tiket penyebrangan.

“Seragam polisi bisa buat wisawatan tidak nyaman. Kalau wisatawan lihat polisi berseliweran, mereka pasti bertanya ada apa,” jelas Ombang menyinggung pentingnya polisi tidak terlihat mencolok dan beramai-ramai di destinasi-destinasi wisata.

Ia juga menyinggung kemacetan yang disebabkan oleh usaha kuliner, hotel maupun acara yang dibuat di pinggir jalan dapat menimbulkan kerugian bagi wisatawan.

“Biasanya kalau sudah ada pesta, banyak kendaraan dan itu bikin tidak rapi. Mereka terpaksa harus pakai badan jalan dan buat macet. Itu buat wisatawan stress. Tiket pesawatnya untuk balik pun bisa hangus akibat kemacetan,” terang Ombang.

BERSPONSOR
TERKAIT  Harga Tiket Konser Coldplay di Singapura Lebih Murah, Netizen +62 Kecewa

Ketua ASPPI Samosir ini juga menggagas agar disediakan satu saluran pusat complain bagi para wisatawan. Melalui saluran tersebut, para stake holder dapat segera menanggapi dan memperbaiki kualitas manajemen.

“Hanya mau mendengar keluhan saja itu sudah 50 persen menyelesaikan masalah. Itu bisa  membuat wisatawan merasa nyaman.”

Diskusi Pariwisata
Peserta yang hadir dalam diskusi (foto: Damayanti)

Definisi Bencana Pariwisata

Mengutip penjelasan dari United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) ada bencana pariwisata dibedakan menjadi 3 kategori. Kategori pertama ganguan rasa nyaman. Kategori kedua menimbulkan kerugian material. Kategori ketiga mengancam keselamatan.

- Advertisement -

Untuk ganguan rasa nyaman dibagi menjadi delapan variabel di antaranya: kebersihan dan interior angkutan penyeberangan dan angkutan umum, sapaan SDM transportasi, kebiasaan merokok, volume musik di angkutan umum, ketersediaan informasi pariwisata berupa jadwal dan lainnya, tata kelola parkir, ketersediaan, dan kunjungan resmi pemerintah.

Menimbulkan kerugian material juga dibagi ke dalam sembilan variabel di antaranya: sure time transportation, traffic jump (hajatan di pinggir jalan, pasar tumpah- pedagang mangga dan lain-lain), petroll – gasoline limited, tata parkir seperti parkir di bahu jalan dan lain-lain, tata saji dan informasi tentang rumah makan dan restoran, sistem booking hotel close price room, kualitas toilet, dan tourist information centre.

Mengancam keselamatan dibagi menjadi bencana alam yang terlalu sering dibagikan, pengaturan lalu lintas dan jalan raya, tata kelola permainan air, health rescue official, dan complain tourism information.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU