spot_img

Batu Gantung, Mitos yang Berhasil Menjadi Ikon Wisata

NINNA.ID – Jika ada survey tangga teratas objek wisata di Kota Parapat, lokasi ini pasti tidak pernah tergesar dari urutan tiga besar, atau jangan-jangan tetap pemuncak. Sangat beralasan, karena dari anak-anak hingga orang tua, pasti pernah mendengar dan kuat niatnya ke lokasi ini, Batu Gantung.

Awal mula kasih tak sampai yang dipaksakan berujung tragedi ini, sudah pasti dari sekitaran lokasi. Lalu berkembang pesat di sekitar Parapat, Simalungun, Pematangsintar dan kawasan Danau Toba. Belakangan, mitos ini menyebar ke seluruh wilayah Sumatera Utara, menjadi kisah yang sering ditanyakan kepada orang yang berasal dari kawasan Danau Toba. Batu Gantung dengan kisahnya telah menjadi magnit untuk datang ke Parapat.

Seperti namanya, Batu Gantung ini terlihat menggantung pada tebing terjal tidak berapa jauh dari Kota Parapat. Untuk bisa melihat keberadaan batu ini dengan jelas harus naik kapal. Jika dari darat hanya bisa terlihat dari kejauhan, itupun tidak utuh terlihat.

Titik tergantungnya batu ini, ini berada tepat di bawah jalan lintas Parapat – Pematang Siantar. Posisi inilah yang menjadikannya, nyaris terlihat dari jalan utama itu.

Batu ini dibalut oleh beberapa kisah, walaupun hampir mirip. Konon katanya, batu ini merupakan jelmaan dari seorang anak gadis yang mengakhiri hidupnya dengan melompat ke danau.

Alkisah disebutkan, Si gadis merupakan putri dari satu keluarga yang hidup di sekitar lokasi batu itu. Sehari-hari, orang tua Si Gadis menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di Danau Toba.

Hidup yang serba pas-pasan membuat orang tua si gadis terlilit hutang. Akhirnya, untuk membayar sejumlah hutang itu, orang tua Si Gadis diminta menyerahkan Si Gadis untuk dinikahi si pemberi pinjaman.

Si gadis yang kala itu sudah terikat cinta kasih dengan seorang pria, menolak. Si Gadis hanya mau menikah dengan pria pujaan hatinya, yang saat itu sedang merantau ke negeri seberang. Namun karena desakan dari si pemberi hutang, Si Gadis berniat mengakhiri hidupnya.

Puncak kisah yang memilukan itu tiba. Si gadis pergi ke suatu tempat yang menjadi saksi bisu ikrar janji setia, sehidup semati dengan pria pujaan hatinya. Setelah tekadnya bulat, Si Gadis melompat dari bibir jurang hendak mengakhiri hidup.

TERKAIT  Jembatan Ajibata Ikon Wisata Baru di Toba

Namun alam berkata lain. Si Gadis tidak pernah sampai ke dasar jurang. Rambutnya tersangkut di bebatuan dan seketika tubuhnya tergantung di dinding jurang, hingga sekarang. Dituturkan pula, anjing Si Gadis yang selalu setia mengikutinya ke mana pun pergi, ikut melompat dan juga tersangkut lalu tergantung menjadi batu.

Dari kisah turun termurun di Kota Parapat, penyebab Si Gadis tergantung dapat terlihat hingga saat ini. Batu Gantung dengan bentuk yang menyerupai tubuh manusia itu, sekilas memang bagian atas atau kepalanya yang tersangkut. Hal itu diduga rambut dari Si Gadis.

Saat ini memang tinggal satu batu tergantung di sana. Awalnya, ada dua batu. Batu kedua yang lebih kecil dipercaya sebagai bentukan dari anjing Si Gadis. Namun, batu itu sudah lama terjatuh karena ditembak oleh tentara Belanda yang tidak percaya mitos itu. Malangnya, usai menembak jatuh patung anjing itu, di serdadu Belanda meninggal di tempat saat itu juga.

Saar berkunjung di sekitar Batu Gantung ini ada larangan untuk selalu diingat. Seperti jangan cakap kotor apalagi sampai meludah atau buang sampah sembarangan. Melanggar pantangan ini, disebut bisa berakibat fatal, semisal kesurupan dan hal lainnya.

Terkait beberapa versi cerita rakyat yang melegenda itu, bro dan sista boleh percaya boleh tidak percaya. Namun tanpa legenda itu pun, keberadaan batu yang tergantung ini memang bikin kagum, bahkan seolah tidak percaya.

Dilihat dari besar batu yang tergantung itu sepertinya mustahil batu itu tidak jatuh. Sebab yang menghubungkan batu gantung dengan tebing yang juga terdiri dari batu itu terlihat cukup tipis seolah direkatkan dengan lem.

Untuk bro dan sista yang ingin mengunjungi lokasi ini bisa dengan menyewa kapal atau speedboat dari Parapat. Terkait harga tergantung negosiasi dan besar kapal yang disewa.

 

Penulis       : Asmon Pardede
Editor         : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU