NINNA.ID – Menyusul runtuhnya bank besar di Amerika Serikat, investor legendaris, Robert Kiyosaki menganjurkan agar orang mulai mengambil investasi logam mulia, seperti emas dan perak.
Menurut Kiyosaki, ambruknya tiga bank ternama di negeri Paman Sam dinilai menjadi petunjuk bahwa kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja.
“Dua bank besar sudah hancur, bank ketiga tinggal tunggu giliran. Belilah emas, perak, dan koin (krypto) sekarang, jangan beli ETF (exchange traded fund). Ketika bank ketiga hancur, maka harga emas dan perak akan naik. Di 2008, saya sudah meramalkan kehancuran Lehman Brothers sebelum kabar itu ramai diberitakan di CNN, kalau Anda ingin buktinya kunjungi RICH DAD.com,” ujar Kiyosaki di akun Twitternya pada 11 Maret 2023 lalu.
Harga emas hari ini, Rabu (15/3/2023) baik di pasar global maupun dalam negeri, mengalami koreksi dibandingkan harga kemarin walaupun masih terbilang tinggi dari beberapa waktu terakhir.
Emas dinilai banyak kalangan mendapatkan berkah dari adanya kasus dua bank di Negara Paman Sam bangkrut, yakni Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.
Harga emas di pasar spot dunia pada Rabu (15/3) pukul 14.13 WIB, seperti dilansir Investing, tercatat US$1.900,49 per troy ounce.
Sebelumnya pada kemarin harga emas di pasar spot sekitar US$1.905.15 per troy ounce.
Harga emas di pasar dunia juga turut mempengaruhi harga emas di dalam negeri.
Harga emas Pegadaian pada kemarin sendiri menguat Rp3.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Koreksi pada harga emas meski harganya masih relatif tinggi juga terjadi pada emas Antam, pada hari ini menjadi Rp1.054.000 per gram, atau turun Rp10.000 per gram dibandingkan harga kemarin.
Sebelumnya pada kemarin, harga emas Antam naik Rp10.000 per gram.
Bagi orang yang berniat mulai investasi emas terlebih masih seorang investor pemula, ada baiknya mengetahui bahwa instrumen investasi ini cocoknya untuk tujuan jangka panjang setidaknya 5 tahun ke atas.
Perlu juga untuk mengetahui bahwa ada sejumlah faktor yang mendorong naik turunnya harga emas.
Harga emas yang cenderung naik dan mudah didapatkan menjadi salah satu alasan masyarakat suka memburu logam mulia ini. Di Indonesia, emas batangan diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk alias Antam.



