spot_img

Arus Masuk ke Samosir Selama Lebaran Capai 3000 Orang/Hari

SAMOSIR – Arus penumpang meningkat drastis menjelang hingga sesudah Lebaran. Libur panjang yang berlangsung seminggu serta kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah memicu lonjakan penumpang. Selama beberapa hari, arus penumpang membeludak nyaris di tiap pelabuhan menuju Samosir. Ada yang beroperasi hampir 24 jam. Biasanya hanya 5 trip per hari, selama Lebaran ada pelabuhan yang mencatat 24 trip per hari.

Berdasarkan data yang dicatat oleh Dinas Perhubungan melalui 5 pintu masuk pelabuhan, total penumpang yang masuk ke Samosir selama 22 April 2022 hingga 8 Mei 2022 mencapai 51.526 penumpang. Itu artinya selama periode tersebut rata-rata penumpang yang masuk ke Samosir mencapai 3.031 orang per hari. Total kendaraan roda 2 yang masuk ke Samosir pada periode yang sama atau selama 17 hari tersebut mencapai 983 unit. Disimpulkan rata-rata kendaraan sepeda motor yang masuk mencapai 58 unit tiap hari. Total kendaraan roda 4 yang masuk ke Samosir selama 17 hari tersebut mencapai 9.729 unit. Itu artinya rata-rata kendaraan roda 4 yang masuk mencapai 576 unit tiap hari. Lima pintu masuk tersebut yakni Pelabuhan Tigaras-Simanindo, Pelabuhan Ajibata-Ambarita, Pelabuhan Ajibata-Tomok, Pelabuhan Balige-Onan Runggu, dan Pelabuhan Muara-Onan Runggu.

Dari lima pintu keluar pelabuhan, total penumpang yang keluar dari Samosir pada periode yang sama mencapai 61.749 penumpang. Itu artinya tiap hari rata-rata penumpang yang keluar dari Samosir mencapai 3.632 orang. Total kendaraan roda 2 yang keluar ke Samosir pada periode yang sama mencapai 987 unit. Itu artinya rata-rata kendaraan sepeda motor yang keluar mencapai 58 unit tiap hari. Total kendaraan roda 4 yang keluar ke Samosir pada periode yang sama mencapai 9.666 unit. Itu artinya rata-rata kendaraan roda 4 yang keluar mencapai 569 unit tiap hari.Lima pintu keluar tersebut yakni Pelabuhan Simanindo-Tigaras, Pelabuhan Ambarita-Ajibata, Pelabuhan Tomok-Ajibata, Pelabuhan Onan Runggu-Balige, dan Pelabuhan Onan Runggu-Muara.

Arus penumpang mencapai titik tertinggi selama 1-8 Mei rata-rata menembus 1200 orang di enam pelabuhan antara lain Pelabuhan Simanindo-Tigaras, Pelabuhan Tigaras-Simanindo, Pelabuhan Ajibata-Tomok, Pelabuhan Tomok-Ajibata, Pelabuhan Ajibata-Ambarita dan Pelabuhan Ambarita-Ajibata.

Keenam pelabuhan ini juga mencatat trip terbanyak pada periode yang sama, rata-rata 20 trip hari. Padahal hari biasa, kapal-kapal Ferry hanya melayani 5-7 trip per hari. Pada tanggal 1-8 Mei, rata-rata kendaraan roda 4 yang menyebrang mencapai 268 unit per hari. Angka tersebut merupakan puncak terbaru tercatat sejak pandemi.

TERKAIT  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) Hadir di Parapat

Pantauan ninnA selama Lebaran, Rabu  4 Mei, jumlah kendaraan di TukTuk membeludak. Salah seorang warga sempat berkomentar TukTuk sudah seperti Jakarta Kota Metropolitan karena hampir tidak ada ruang bagi para pejalan kaki untuk lewat. Mobil-mobil berjejer mulai dari pintu masuk hingga ke bagian paling ujung Tuktuk dan bahkan tembus ke Pelabuhan Ambarita. Di Pelabuhan Ambarita, para penumpang mengaku telah menunggu antrian kapal selama 3-4 jam untuk menyeberang.

Tahun ini pemerintah melalui Operasi Ketupat Toba mengerahkan para petugas untuk menjamin keamanan selama Idul Fitri. Selama periode tersebut, Polisi, TNI, dan Forkopimda mengawasi dan mengarahkan para pengguna jalan agar tidak terjadi macet saat arus kendaraan membeludak. Hampir di tiap perempatan terdapat polisi memberikan arahan. Jalur alternatif lintas Parapat, Simpang Palang-Simpang Sitahoan, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, pun dibuka guna menekan angka kemacetan. Arus berkendaraan dibuat searah. Masuk ke Parapat dari Jalur Sitahoan. Keluar dari jalan biasa yakni jalan besar Parapat.

 

Penulis  : Damayanti Sinaga
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU