spot_img

Andaliman “Ibunya” Cita Rasa Kuliner Khas Toba

TOBA – Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium) merupakan salah satu tanaman rempah yang konon katanya, hanya ada di dataran tinggi Sumatera Utara, tepat nya di Kaldera Toba. Sehingga andaliman disebut sebagai salah satu tanaman endemik  Toba.

Sebelum berhasil  dibudidayakan oleh masyarakat Toba, dulunya andaliman hanya ditemui  tumbuh liar di pegunungan sekitar kaldera Toba. Tak heran jika kuliner khas Batak Toba juga sangat identik dengan cita rasa dan aroma dari tumbuhan ini. Kuliner khas Toba itu, seolah tidak sah kalau tidak ”mangintir”.

Cita rasa andaliman ini memang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Rasanya sungguh beda, lidah seolah bergetar begitu mencicipi kuliner dengan bumbu andaliman ini.

Pohon andaliman yang juga dikenal sebagai merica Batak ini, pada batangnya dari permukaan tanah hingga ke pucuk, memiliki duri yang cukup tajam. Sehingga saat memetik buahnya yang berupa biji-bijian, tangan terbiasa terkena goresan duri.

Andaliman Buah
Andaliman yang sudah matang.(Foto:asmon)

Rempah dengan rasa unik ini ternyata tidak tahan lama. Andaliman akan cepat mengering lalu hilang aromanya dalam hitungan hari. Namun kini, bagi masyarakat pecinta bumbu andaliman di mana pun berada, sudah bisa dengan mudah mendapatkan andaliman dalam kemasan khusus.

Adalah Marandus Sirait, sosok di balik andaliman dalam kemasan, produksi CV Andaliman Mangintir. Lewat CV Andaliman Mangintir,  andaliman sudah diolah menjadi beragam jajanan/kuliner khas Kaldera Toba, seperti bandrek, bumbu arsik, bubuk andaliman dan lain sebagainya.

Bahkan baru-baru ini, lewat Festival Kreatif Lokal 2021, produk andaliman Mangintir berhasil lolos dalam tiga besar kategori kuliner dari berbagai produk  Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba dan Marandus berharap produk andaliman ini keluar sebagai pemenang.

TERKAIT  Mangga Legenda, Kampung Orang Punya Pohon Parapat Punya Nama

Andaliman dalam kemasan ini dijamin tanpa bahan pengawet, namun mampu bertahan hingga delapan bulan karena telah melalui proses teknologi terbaik.

Untuk mencicipi keaslian olahan andaliman ini, bro dan sista ninnA.id bisa mendapatkannya di Binanga Café yang juga dikelola oleh Marandus.

Andaliman Kemasan
Andaliman kemasan produksi CV Andaliman Mangintir.(Foto:asmon)

“Kalau dulu untuk mendapatkan andaliman bagi penikmat di luar Sumatera merupakan hal yang sulit. Kini ke belahan benua Eropa pun, andaliman sudah mudah untuk didapatkan, dengan adanya andaliman dalam kemasan,” ujar Marandus kepada ninnA.id belum lama ini.

Pernyataan Marandus itu terbukti dengan diikutkannya andaliman sebagai salah satu produk yang turut dipromosikan di acara Konverensi Perubahan Iklim pada COP 24 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang dilaksanakan di Negara Polandia pada Tahun 2018 yang lalu.

Pada konverensi dimaksud, masih kata Marandus, produk-produk olahan andaliman dicicipi dan dibeli oleh banyak peserta dari berbagai negara.

Ternya rempah endemik Toba sudah mendapat perhatian dunia internasional. Semoga saja masyarakat kawasan Danau Toba semakin termotivasi untuk lebih giat membudidayakan dan melestarikan tanaman ini.

 

Penulis   : Asmon Pardede
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU