spot_img

Andaliman Belum Pasti Milik Batak

TOBA – Di kawasan Kaldera Toba, belakangan ini sedang ngetrend kuliner dengan bumbu khas andaliman. Dulunya, rempah ini hanya digunakan sebagai bumbu masakan khas Batak. Namun seiring perkembangan jaman, kini andaliman sudah dipakai sebagai bumbu beragam jenis kuliner utama sampai jajanan.

Andaliman memang sedang naik kelas. Berbagai kuliner dan jajanan dengan bumbu andaliman, kini semakin diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kaldera Toba.

Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pun semakin giat berinovasi dalam mengolah rempah yang juga disebut merica Batak ini tidak sekedar bumbu masakan khas Batak saja.

andaliman 2
Berbagai produk turunan andaliman mulai beragam dijual di kawasan Kaldera Toba.(foto:asmon)

Sekarang, sudah ada kerupuk kentang, sasagun, permen, sambal teri andaliman (teman), bahkan sampai pengharum ruangan yang menggunakan aromanya.

Sayangnya, booming rempah khas Batak ini, ternyata belum disertai dengan legalitas produk turunannya secara hukum maupun indikai geografis andaliman itu sendiri.  Hal ini terungkap dari sebuah pertemuan yang dilaksanakan oleh Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Propinsi Sumatera Utara bersama pelaku UMKM Kabupeten Toba yang dilaksanakan Rabu 03 Nopember 2021 di Taman Eden 100 Lumbanjulu.

Aneka merek dagang  produk turunan andaliman milik dari peserta UMKM yang hadir pada pertemuan itu, rata-rata belum punya hak cipta atau hak paten. Selain hak cipta atau pun paten, Indikasi Geografis andaliman dinilai sangat perlu, sebab salah satu manfaat perlindungan indikasi geografis itu adalah meningkatkan produksi.

TERKAIT  Geopark Kaldera Toba, Laboratorium Alam yang Tiada Duanya

Di dalam Indikasi Geografis dijelaskan dengan rinci tentang produk berkarakater khas dan unik. Reputasi  suatu kawasan Indikasi Geografis tentu akan ikut terangkat. Indikasi Geografis juga dapat melestarikan keindahan alam, pengetahuan tradisional, serta sumberdaya hayati. Hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan agrowisata.

Tumbuhan berduri ini sudah mulai dikembangkan di luar Pulau Sumatera. Tidak mustahil jika kemudian hari tanaman endemik Toba itu diklaim daerah tertentu dengan mendaftarkan indikasi geografisnya terlebih dahulu. Padahal seperti disebut  di atas, indikasi geografis itu sangat berdampak pada pengembangan agrowisata.

Hendaknya para pemengku kepentingan bersama kelompok petani tanaman ini di kawasan Kaldera Toba dapat bersinergi untuk segera mendaftarkan Indikasi Geografis. Sebab Indikasi Geografis itu tidak bisa didaftarkan oleh perorangan. Semoga andaliman menjadi rempah yang berdaya saing dan dapat diterima di pasar internasional.

 

Penulis   : Asmon Pardede
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU