spot_img

Alame, Cemilan Kenyal Legit dari Kaldera Toba

SAMOSIR – Siapa sih yang tak kenal Dodol Garut khas Sunda dari Kabupaten Garut, Jawa Barat itu. Cemilan itu pernah buah tangan utama dan jadi bukti sahih, kalau kita sudah pernah sampai di Kota Jakarta. Dan ternyata, cemilan yang sama ada juga di tengah orang Batak. Dari kawasan Kaldera Toba, nama cemilan kenyal legit ini disebut Alame.

Bahan dasarnya tidak jauh berbeda. Santan kelapa dan gula. Namun terakhri ini, sudah ada menambahkan berbagai rasa, seperti rasa durian atau nangka.

Bagi orang Batak Toba, Alame ini termasuk salah satu cemilan asli.

Untuk terus melestarikannya, Minggu kemarin, ada festival membuat Alame di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo Samosir. Judulnya, “Festival Mangalompa Dodol di Balanga Bosi” – Memasak Dodol di Kuali Besi.

Kegiatan itu diprakarsai kaum ibu yang sering nongkrong di kantin Gereja HKBP Ambarita. Dalam pelaksanaannya, festival ini juga dimeriahkan dengan kehadiran kaum bapak. Tenaga mereka memang  mutlak dibutuhkan dalam memasak Alame, agar hasilnya kenyal merata.

“Kegiatan memasak Alame ini bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal apalagi dimasak di pinggir jalan dan melibatkan para pengunjung yang lewat,” kata Ketua Panitia, Melani Michler Butarbutar kepada ninnA.

Festival memasak Alame di dalam kuali besi ini diikuti beberapa kelompok  masyarakat. Satu kelompok terdiri sekitar 5 sampai 10 orang. Walau berjudul festival, ternyata pengunjung yang melintas berkesempatan terlibat. Panitia telah menyediakan tungku berikut bahan dan peralatan masak untuk enam kuali besi.

TERKAIT  Arsik Kaki Babi Khas Lapo Sitanggang, Nendang di Lidah

Festival itu dimulai pukul 15.00 WIB. Setelah bahan dasar seperti kelapa, gula dan santan disatukan oleh para kaum ibu, maka kaum bapak menyiapkan balanga (kuali) besi dan menyiapkan kayu bakarnya. Seluruh bahan dasar dimasukkan ke dalam balanga masing-masing, dan menggoyang adonan Alame dimulai.

Awalnya memang terlihat sangat gampang dan tidak terlalu sulit karena adonan masih berupa air. Namun, setelah adonan mulai mengental, apalagi Alame mendekati matang, diperlukan adukan yang lebih cepat. Saat seperti ini, tenaga kuat dari kaum bapak sangat diharapkan.

Festival ini boleh dikatakan masih seadanya karena masih perdana. Ke depannya, direncanakan membuat festival Alame semakin meriah dengan menyediakan 10 hingga 15 kuali besi dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

Acara berakhir hingga pukul 22.00 WIB. Semua peserta terlihat gembira dan lelah menggoyang tadi terbayarkan dengan menikmati Alame, dodol Batak yang kenyal dan legit.

 

Penulis   : Jogi S
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU