AJWI Sumatera Utara Peduli Kasih Bencana Gempa Cianjur

BERSPONSOR

NINNA.ID – Ketua Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Sumatera Utara, Robert MT Sianipar memberikan bantuan peduli kasih berupa 1.000 kaos kepada korban bencana gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat.

Bantuan itu diserahkan pada Selasa (22/11/2022) untuk masyarakat yang terkena dampak bencana melalui Organisasi Kemasyarakatan Laskar Merah Putih (LMP).

“Sebagai bentuk kepedulian sesama manusia, kami memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami bencana di Jawa Barat,” ujarnya dihadapan wartawan, Rabu (23/11/2022).

Pemilik Galery Ulos Sianipar yang juga Ketua Harian LMP ini menyampaikan, bantuan yang diberikan semoga bisa meringankan masyarakat, dan berharap bencana tidak lagi terjadi serta pemulihan dan perbaikan segera dilakukan dengan cepat oleh pemerintah.

BERSPONSOR

Sementara itu, Wakil Ketua Umum LMP, Lundu Pakpahan sangat mengapresiasi bantuan berupa 1.000 kaos kepada korban masyarakat yang terdampak bencana alam. Tidak itu saja, LMP terus merespon kondisi masyarakat dengan melakukan aksi gotong royong di Kampung lembur sawah RT/RW 01/04 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenag, Kabupaten Cianjur.

Sementara itu, hingga Selasa (22/11/2022) warga meninggal dunia pasca gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat masih terus bertambah. Data per Selasa (22/11) pukul 09.55 WIB dilaporkan 103 orang meninggal dunia.

TERKAIT  Akun IG Kantor RD Non-Aktif Usai Disentil Denise Chariesta

Mayoritas warga meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat peristiwa terjadi. Selain itu, 25 orang masih dilaporkan hilang. Pencarian masih terus dilakukan hingga hari ini.

Sedikitnya 377 orang luka-luka di Kabupaten Cianjur, 1 orang luka sedang di Kabupaten bandung, 1 orang luka berat dan 9 orang luka ringan di Kabupaten Sukabumi, dan 2 orang luka ringan di Kabupaten Bogor.

BERSPONSOR

Warga mengungsi bertambah menjadi 7.060 jiwa yang tersebar di beberapa tiik. Selain itu, 8 KK mengungsi di Kabupaten Sukabumi dan 4 jiwa mengungsi di Kabupaten Bogor.

Sementara untuk kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, 33 unit rumah rusak sedang, dan 59 rumah rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa, kerusakan infrastruktur, lokasi pengungsian, dan kebutuhan mendesak. Hingga Selasa (22/11) pukul 06.30 WIB, gempa susulan tercatat sebanyak 118 gempa dengan magnitudo terkecil M1,5 dan terbesar M4,2.

Penulis : Jogi
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU