spot_img

Air Terjun Tongguran di Taman Eden 100

TOBA – Taman Eden di Lumbanrang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba, telah menjadi destinasi wisata alam yang digemari. Di dalamnya banyak pilihan yang cukup menarik untuk dijelajah. Salah satunya adalah air terjun Tongguran.

Keunikan air terjun di Taman Eden 100 ini, memiliki dua tingkat terjunan. Sebelumnya, air terjun ini dikenal dengan nama ”Tongguran”, namun karena saat ini lokasi itu dikelola oleh Taman Eden, maka air terjun ini pun disebut air terjun Taman Eden.

Masuk ke taman ini pengunjung diharapkan memberikan partisipasi atau donasi seikhlasnya untuk perawatan taman melalui kotak kaca yang tersedia di halaman posko. Menuju air terjun ini, dari pintu gerbang atau posko Taman Eden, pengunjung wajib berjalan kaki.

Sepanjang perjalanan sampai ke air terjun, pengunjung tidak akan bosan, sebab aroma wisata alam begitu menggoda jiwa sembari kita mengayunkan langkah. Kicauan burung-burung yang bebas beterbangan seakan menyambut kehadiran kita.

Di tempat ini, bro dan sista akan menemui banyak pohon serta satu home stay. Pohon yang tumbuh di sini umumnya adalah pohon yang ditanam oleh pengunjung sebelumnya. Nama pengunjung itu, tercantum bersama nama jenis pohon yang ditanamnya.

Terus berjalan sambil asik membaca nama-nama pohon, tak terasa bro dan sista sudah melintasi area perkemahan, sebelum tiba di sebuah warung kopi yang dibangun di bawah pohon ara.

TERKAIT  Ini Bukan Ilmu Padi Tapi Padi yang Menginspirasi

Dari warung ini selanjutnya berjalan kaki menuruni anak tangga, lalu menyusuri tepian sungai. Sepanjang pinggir sungai ada beberapa pohon enau yang disadap dan yang siap disadap, untuk mengumpulkan niranya.

Beberapa rumpun bambu yang tumbuh saling menopang seakan menambah teduhnya perjalanan menuju air terjun.  Begitu melewati satu tikungan, gemuruh air terjun mulai terdengar menambah semangat untuk segera tiba di sana.

Perjalanan hampir 800 meter dari posko tadi, seakan dilalui hanya dalam hitungan detik begitu tiba di air terjun. Airnya sangat bening dan dangkal, sehingga bebatuan yang ada di dasar sungai terlihat begitu jelas.

Kejernihan air terjun ini menjadi tempat paling dicari anak-anak untuk bermain, namun harus tetap dalam pengawasan orang tua. Air terjun ini juga sering digunakan sebagai tempat prewedding. Khusus untuk prewedding ada biaya tambahan yang harus disepakati dengan pengelola.

Oh iya. Sesuai kebijakan pengelola serta menjaga kearifan budaya setempat, pengunjung ke tempat ini tidak diperbolehkan berduaan (satu lelaki dan satu wanita). Bagi pengunjung yang merupakan pasangan berbeda jenis kelamin, maka dari posko akan disediakan pendamping atau disarankan menunggu pengunjung berikut.

Taman Eden 100 sebagai lokasi air terjun ini dapat ditempuh selama 90 menit dari Bandara Silangit dan hanya 30 menit dari Kota Parapat.

 

Penulis    : Asmon Pardede
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU