spot_img

Air Terjun Siraba-raba, Tempat Meditasi Berguru Ilmu Kanuragan

NINNA.ID – HUMBAHAS

Air terjun Siraba-raba, tak kalah menarik dengan air terjun lainnya di kawasan Danau Toba. Air terjun ini bahkan dipercaya, pernah menjadi tempat meditasi para satria yang ingin berguru ilmu kanuragan.

Air terjun yang juga dikenal dengan nama Sampuran Siraba-Raba terletak di Desa Hutajulu Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan.

Tempat ini masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai tempat sakral. Ada cerita yang diyakini warga setempat, di Sampuran Siraba-raba ini, dahulu kala jadi tempat meditasi bagi yang ingin belajar ilmu kanuragan.

Kisah yang diriwayatkan turun temurun oleh para tetua setempat juga mengatakan, di sini jugalah para prajurit di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja XII beristirahat ataupun untuk membersihkan diri usai berperang.

Kisah ini masih kental diingat warga setempat, karena masih dituturkan ke setiap genereasi. Namun karena pesatnya perkembangan zaman dan teknologi serta kebutuhan psikologi, Sampuran Siraba-Raba kini menjadi salah satu spot wisata.

TERKAIT  Danau Aek Natonang Kini Semakin Memesona

Lokasi air terjun ini juga sudah jauh dari kesan sakral apalagi angker, karena sudah banyak mengalami perubahan. Sudah dibangun jalur bertangga agar lebih mudah menuju air terjun, dan juga banyak pondok-pondok untuk tempat pengunjung bersantai dibangun di sana.

Dampak pandemik Covid-19, jumlah pengunjung terlihat sepi. Hal ini sudah berlangsung lama. Untuk sementara, hanya keheningan di sekitar air terjun saja yang bisa mengarah, kalau tempat itu dahulunya cocok untuk meditasi.

Jarak ke lokasi air tejun ini sekitar 30 kilometer dari Dolok Sanggul atau 1.5 jam perjalan dengan kendaraan bermotor. Untuk saat ini masuk ke wisata air terjun Siraba-Raba, masih gratis. Kesadaran pengunjung dituntut untuk saling menjaga kebersihan.

Selama ini, potensi kujungan ke air terjun ini dimanfaatkan sebagian masyarakat dengan membangun rumah pohon dan menyediakan warung untuk melayani pengunjung.

Penulis : Joe Marbun
Editor  : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU