spot_img

Air Terjun Sigota-gota Berkisah dengan Mitos yang Kuat

NINNA.ID – HUMBAHAS

Air terjun Sigota-gota terletak di Sosor Julu, Dusun 3 Desa Tipang. Selain sebagai geosite, tempat ini merupakan suatu peninggalan bersejarah bagi masyarakat Tipang.

Kisahnya, berawal dari tujuh orang pemuda yang disuruh orang tua mereka berburu ke hutan, dekat sungai tak bernama. Selama dua hari berburu, mereka tidak mendapatkan hasil apapun.

Di hari ketiga, mereka merapal mantra kepada Mula Jadi Nabolon  –  suatu kekuatan tiada tanding di alam semesta yang dipercaya orang Batak – untuk menunjukkan belas kasihnya.

Tak lama kemudian, seekor hewan besar lewat di depan mereka. Rasa lapar tanpa hasil selama dua hari, membuat mereka nanar. Mereka tidak bisa lagi menentukan hewan apa yang mereka lihat tersebut, kuda atau rusa.

Akhirnya mereka sepakat, itu adalah seekor kuda. Setelah kuda tersebut ditombak, darahnya mengalir ke sungai hingga menyebabkan sungai berwarna merah. Sejak saat itulah, sungai tak bernama tadi dikenal dengan sungai Sipultak Hoda dan air terjun yang ada di sana disebut Sigota-gota.

Air terjun Sigota-gota merupakan bagian dari sungai Sipultak Hoda. Sungai ini gabungan dari beberapa sungai-sungai kecil di Ulu Darat, mengalir mengikuti lembah hingga bermuara di Danau Toba bagian selatan, Tipang.

Ragam Mitos Sigota-gota

Sebelum seramai saat ini, di sekitar air terjun merupakan lokasi pemancingan ikan Ihan, Lappan atau Pora-pora bagi warga Tipang.

Petuah orang tua terdahulu menyebutkan, jika seseorang pergi memancing di sekitar air terjun, harus membawa pohul-pohul – beras tumbuk dicampur kelapa – lalu dikepal. Bukan untuk sesajen, tapi justru untuk makanan si pemancing.

Ritual sederhana itu diibaratkan sebagai parsantabian atau cara pamit ke penghuni yang dipercaya ada di sana, agar hasil pancingan memuaskan. Pemancing yang tidak membawa pohul-pohul, diyakini akan bernasib sial karena akan mendapatkan ikan.

TERKAIT  The Kaldera, Keindahan yang Agung

Kekuatan dari penunggu Sigota-gota tidak hanya diyakini ada di sekitaran air terjun. Semacam pantangan juga berlaku sampai ke Desa Tipang. Warga yang sedang makan di sawah diingatkan agar tidak menghadap ke arah Sigota-gota. Posisi makan menghadap ke sana akan membuat perut tak kunjung kenyang.

Ada juga larangan terkait air terjun Sigota-gota terhadap marga Siringoringo. Konon, pantangan ini terkait sejarah masa lalu leluhur Tipang dengan sekelompok orang  bermarga Siringo-ringo.

Daya Tarik Sigota-gota

Seiring perkembangan jaman dan semangat pariwisata saat ini, Sigota-gota pun ramai dikunjungi untuk mandi, berburu foto atau sekedar tamasya.

Bukan hanya warga lokal atau dari luar daerah, pernah wisatawan dari Prancis dan Inggris mencapai titik pertama air terjun Sigota-gota. Selain untuk menaklukkan tantantang alam, mereka juga melakukan itu untuk menikmati keindahan alam sekitar.

Air Terjun Sigota-gota
Titik kedua air terjun Sigota-gota yang sering dikunjungi.(Foto/doc.Gomgom)

Air terjun ini menawarkan dua air terjun eksotis. Titik pertama berada di bagian sudut paling Barat Desa Tipang, seolah-olah bersembunyi, hanya terlihat sedikit dari Desa Tipang.

Jalan terjal mendaki, bebatuan berlumut yang licin, benar-benar suatu tantangan untuk sampai ke sana. Namun semua terbayar begitu sampai di tujuan.

Berjarak 500 meter dari lokasi pertama adalah titik kedua, merupakan anak air Sigota-gota. Kebanyakan  pengunjung hanya sampai di sini karena medannya tidak terlalu sulit dan dekat dengan akses jalan.

Bagi yang tertarik menerima tantangan air terjun atau sekedar menikmati keindahan tersembunyi air terjun Sigota-gota, waktu tempuh dari Dolok Sanggul hanya satu jam.

Air terjun sigota-gota
Air terjun Sigota-gota di Desa Tipang Humbang Hasundutan seolah tersembunyi.(Foto/doc.Gomgom)

Selain mencari posisi terbaik untuk berfoto, banyak yang mandi dan melakukan yoga di sana. Dan satu lagi, tempat mengisi perut dengan secangkir teh dan satu porsi mie hangat, ada di sana.

Penulis   : Gomgom Lumbantoruan

Editor     : Mahadi Sitanggang

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU