spot_img

Air Panas Pusuk Buhit, Mengatasi Penyakit Kulit dan Hilangkan Penat

SAMOSIR – Pemandian air panas di kaki Pusuk Buhit, Kecamatan Pangururan, selalu saja ramai dikunjungi. Oleh warga sekitar, tempat ini dikenal dengan Aek Rangat dan wisatawan asing lebih mengenalnya dengan Hotspring. Sensasi berendam di sini, bisa menikmati Danau Toba dan terasa dekat dengan Pusuk Buhit.

Sejak lama air panas yang keluar dari gunung vulkanik Pusuk Buhit menjelma menjadi destinasi wisata favorit, baik bagi seluruh masyarakat di Samosir maupun masyarakat yang datang dari luar Samosir.

Air panas ini dipercaya mampu mengatasi bebagai penyakit kulit seperti jamur dan gatal-gatal. Selain itu, berendam di air panas akan membuat tubuh semakin relaks dan membantu mengeluarkan angin yang katanya mengendap di  tubuh.

Untuk menarik perhatian traveler, para pengelola Aek Rangat berlomba-lomba mendesain tempat itu agar lebih menarik. Ada yang membangun kolam-kolam besar, membangun penginapan dan hotel serta membangun kamar-kamar mandi yang nyaman bagi traveler.

Dari sini juga, tampak kawasan Danau Toba yang biru dan bagian Pulau Samosir, sehingga saat mandi dan berendam Aek Rangat, mata juga dipuaskan oleh pemandangan Danau Toba.

TERKAIT  Ruang Terbuka Publik Merubah Wajah Kota Parapat

Bagi para traveler, setelah siap berendam, makanan khas Samosir seperti Mie Gomak hampir tersedia di  semua tempat usaha mengelola air panas. Telur rebus, teh dan kopi menjadi teman mie gomak. Ada juga minuman bersoda hingga bir.

Dari Kota Pangururan tempat ini hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit perjalanan. Dan, jika dari Tomok membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

“Ini tempat favorit saya kalau saya datang dari Medan, mengeluarkan angin dari tubuh dan menyegarkan badan,” kata Tio Naibaho salah satu pengunjung dari Kota Medan kepada NINNA, baru-baru ini.

Nah, bro dan sista NINNA.ID, bagi yang ingin merasakan sensasi berendam dengan air panas dari perut bumi, saatnya datang ke Pangururan. Kisahmu akan bertambah untuk diceritakan sampai ke anak cucu.

 

Penulis    : Jogi S
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU