5 Desa Wisata Penghasil Produk Ekonomi Kreatif di Kawasan Danau Toba

BERSPONSOR

NINNA.ID – Desa wisata punya potensi besar untuk melahirkan pengusaha. Hal ini khususnya telah terbukti di beberapa desa wisata yang ada di Kawasan Danau Toba.

Desa biasanya memiliki banyak bahan baku yang dapat diolah menjadi produk turunan kreatif. Beriku sejumlah desa wisata penghasil produk ekonomi kreatif.

1. Desa Wisata Lumban Suhi-Suhi Samosir

Desa ini menghasilkan produk kerajinan ulos Batak. Desa ini terkenal sebagai pusat pengrajin ulos.

BERSPONSOR

Para wisatawan yang berkunjung ke desa ini tidak hanya ingin melihat suasana desa, berfoto di rumah adat Batak, kerap sekali wisatawan pun membeli ulos kepada pengrajin ulos.

desa wisata
Perajin Ulos di Desa Wisata Hutaraja

Berkat dukungan pemerintah melalui bantuan infrastruktur, desa ini memiliki puluhan homestay, galeri ulos, kafe tongkrongan untuk menunjang fasilitas buat wisatawan.

Ada beberapa pengusaha kecil muncul di desa ini dengan berbagai kreativitasnya.

2.Desa Wisata Ekowisata HGP (Harangan Girsang Paradise) Simalungun

Sebagian besar masyarakatnya bertumpu dari sektor pertanian. Mulai dari pertanian tanaman palawija hingga tanaman keras.

Ada begitu banyak komoditas unggulan di kawasan ini. Ada kopi, kakao, kemiri, padi, jagung, pisang, ubi kayu, bawang merah, jahe, andaliman, pohon aren yang menghasilkan tuak dan halto atau kolang-kaling, dan beberapa komoditas lainnya.

Desa wisata girsang
Anak-Anak Sanggar Tari Harangan Nauli

Warga Girsang sejak dulu telah menjual langsung hasil tanaman mereka di Pusat Pasar Tiga Raja Simalungun atau menjajakannya ke warung atau wisatawan di sejumlah lokasi wisata di Parapat.

Terdapat produk-produk hilirisasi dikembangkan desa ini. Di antaranya kacang rebus, kacang tojen, kacang sihobuk, tuak, madu, dan lainnya. Melalui program ekowisata dan agroforestri, desa ini pun berupaya melindungi dan melestarikan hutan.

- Advertisement -

Hal ini tentunya sejalan dengan program Pemerintah Indonesi yakni inovasi pengembangan keuangan hijau.

Sejak desa ini berbenah dan Ekowisata HGP dibuka, para remaja meningkatkan keterampilan menari mereka. Masyarakat menata, membersihkan dan menata desa.

Para pegiat wisata pun mulai memproduksi produk ekonomi kreatif yang dapat dijual ke wisatawan.

3.Desa Tiga Rihit, Simalungun

Setelah Tiga Rihit diresmikan sebagai desa wisata, para pegiat wisata dan masyarakat setempat melirik usaha kuliner atau oleh-oleh yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

TERKAIT  Gegara Kasus Penganiayaan oleh Mario Dandy, Diffuse Axonal Injury jadi Trending

Dua di antaranya Dolung-dolung Parapat dan Kacang Saok.

Homestay tigarihit 2
Lokasi homestay di Parapat ini ada di Kampung Warna Warni Tigarihit.(Foto:ferindra)

Tidak hanya itu, masyarakat juga telah menawarkan rumah mereka sebagai homestay.
Homestay desa ini pun sangat laku, khususnya selama liburan karena harganya relatif terjangkau.

Para wisatawan punya banyak pilihan untuk menikmati libur mereka di Parapat. Mereka bisa memilih menginap di hotel atau di homestay yang dikelola oleh kelompok masyarat di Desa Wisata Tiga Rihit.

4.Desa Lumban Gaol, Balige, Toba

Desa wisata yang telah berdiri sejak 2020 ini telah memasarkan homestaynya memasarkan homestaynya melalui digital marketing tiket.com, booking.com.

Pengelolanya pun berencana untuk memiliki website sendiri. Desa Lumban Gaol menyediakan atraksi untuk menghibur para pengunjung.

desa wisata
Homestay di Desa Lumban Gaol

Sebagaimana desa wisata yang ada di Geopark Kaldera Toba, Desa Wisata Lumban Gaol menyajikan pemandangan alam untuk membuat suasana hati tamu lebih baik.

Desa ini pun tidak jauh dari Danau Toba yang memungkinkan para pengunjung berenang di danau, melihat sunset dan tentu yang tidak kalah menarik, mencicipi kuliner asli Kabupaten Toba.

5.Desa Sigapiton, Sibisa Toba

Desa ini terletak berdekatan dengan destinasi yang dikelola oleh Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) The Kaldera Nomadic Escape Sibisa.

Desa ini memiliki sejumlah pengrajin yang memproduksi tikar pandan. Selain itu, masyarakat juga mencari nafkah dari sektor pertanian dan perikanan yang mereka jual kepada wisatawan.

desa sigapiton
Salah satu objek menarik di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba.(foto:maritim.id)

Ada sejumlah kelompok masyarakat yang berkecimpung di bidang jasa transportasi kapal khusus membawa para penumpang untuk berkunjung ke desa ini.

Sejak desa ini diresmikan sebagai desa wisata, masyarakat sangat bersemangat untuk menunjukkan kreativitas dan berwirausaha.
Desa Tipang Humbang Hasundutan.

Desa ini telah berjalan sejak 2020. Desa ini memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk menerima tamu.

Selain homestay, desa ini juga memiliki produk-produk kreatif yang dijual ke wisatawan.

Selain itu, desa ini juga aktif untuk promosi dan melakukan pengembangan. Salah satu pengembangan yang dilakukan yakni menciptakan produk-produk UMKM yang unggul.

Penulis : Damayanti Sinaga
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU