4 Fakta Pesawat Susi Air yang Dikabarkan Dibakar oleh KKB, Ada Bayi yang Jadi Penumpang

NINNA.ID – Ketahui fakta pesawat Susi Air yang dikabarkan dibakar oleh KKB. Dalam pesawat tersebut terdapat beberapa penumpang, salah satunya masih bayi.

Ada kabar mengejutkan datang dari maskapai penerbangan Susi Air. Dimana salah satu pesawatnya dikabarkan dibakar saat berada di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2/2023) pagi hari.

Menurut Susi Pudjiastuti selaku founder Susi Air, pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY terbang pada pukul 05.33 WIT dari Bandara Moses Kilangin, Mimika ke Paro.

Sekitar pukul 07.28 WIT, pihak manajemen Susi Air mendapatkan informasi terkait pesawat yang masih berada di Paro. Sampai saat ini, sang pilot masih belum bisa diketahui keberadaannya.

4 Fakta Pesawat Susi Air yang Dikabarkan Dibakar oleh KKB

Jenis pesawat

Pesawat yang terlibat dalam insiden ini berjenis Pilatus Porter yang memulai penerbangan dari Timika pada pukul 05.33 WIT. Sementara pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Moses Kilangin pada pukul 07.40 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri menyebut, dari hasil pengecekan melalui udara, terlihat pesawat yang sudah terbakar.

TERKAIT  Legende Gitar Dunia, Jeff Beck Meninggal Dunia Melawan Meningitis

Ada bayi di daftar penumpang

BERSPONSOR

Dalam pesawat dengan kapten Philips M, warga negara Selandia Baru ini terdapat lima penumpang, salah satunya masih bayi.

Diketahui nama-nama penumpang tersebut diantaranya Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan Wetina W.

Pihak Susi Air melalui kuasa hukumnya, Donal Faris menyebut pesawat telah hilang kontak pada pukul 06.17 WIT di hari tersebut.

Diduga dibakar oleh KKB

- Advertisement -

Peristiwa ini diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai dalangnya. Namun hingga saat ini, masih belum ada kejelasan mengenai informasi tersebut.

Para penumpang pesawat dengan nomor penerbangan SI 9368 diharapkan bisa selamat. Terlebih di dalam pesawat tersebut ada seorang bayi.

OPM klaim sandera pilot

Dilansir dari suara.com, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyebutkan pihaknya telah menyandera sang pilot, Kapten Philips Max Marthin dari Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua.

Penyataan tersebut dikatakan oleh juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.

“Pilotnya kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tahan dan dia menjadi sandera kami,” ucap Sebby.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU