spot_img

10 Potensi Desa Wisata Partungko Naginjang

SAMOSIR – Jauh sebelum SK Bupati Samosir tentang penetapan Desa Wisata yang ada di Kabupaten Samosir, Partungko Naginjang atau juga sering disebut orang Huta Baneara atau Kampung Tele telah menjadi pusat wisata yang sering dikunjungi orang. Selain menjadi pintu gerbang menuju Pulau Samosir, posisi Desa Wisata Partungko Naginjang menjadi jalur lintas menjadikan desa ini sebagai pusat keramaian wisatawan, baik dalam rangka berwisata ataupun juga berbisnis.

Ada banyak spot yang bisa didatangi di Desa Wisata Partungko Naginjang. Berikut ninnA melansir 10 potensi wisata di Kampung Tele itu.

  1. Kampung Kuliner Tele
tele kampung kuliner
Kampung Kuliner Tele

Hingga lebih dari tiga generasi, Tele telah menjadi kampung kuliner dengan berbagai jenis makanan yang disajikan khususnya masakan tradisional Batak. Satu yang paling kugandrungi adalah ikan mujair natinombur yang rasanya menggetarkan lidah sekaligus menghangatkan tubuh, melawan suhu yang memang cukup dingin di sana.

Cemilan khas Batak Toba, yang dikenal dengan lappet dibungkus daun Sukkit atau daun lontar,  hanya ada di kampung Kuliner Tele. Cemilan ini termasuk jenis lappet pulut atau ombus-ombus. Perbedaannya ada pada daun pembungkusnya, sehingga menjadikan aromanya berbeda dengan lappet Batak pada umumnya.

Di Kampung Kuliner Tele ini juga dilengkapi dengan taman bermain anak serta rumah pohon.

2. Hutan Wisata Situmorang

Tele hutan wisata situmorang
Pintu Masuk Hutan Wisata Situmorang.

Masih berada di Kawasan Desa Wisata Partungko Naginjang, Hutan Wisata Situmorang sedang dipersiapkan menjadi wisata hutan yang pasti kelak akan menjadi destinasi baru di Kabupaten Samosir. Terdapat kebun jeruk, asam lemon serta tanaman hutan lainnya. Tracking hutan juga akan menjadi pilihan berwisata di Desa Wisata Partungko Naginjang.

3. Sarkofagus Op. Guru Sojuangon

Tele sarkofagus op situmorang
Sarkofagus Op. Guru Sojuangon Situmorang.

Disebut sebagai Kampung di tengah hutan “The Huta inside the Forest of Tele Situmorang” dibuktikan masih adanya Sarkofagus Op. Guru Sojuangon Situmorang. Sarkofagus ini memiliki arah ke Tenggara berbahan batu pasir.

Sarkofagus terbagi atas dua bagian yaitu bagian wadah dan tutup dengan tinggi keseluruhan 110 cm pada bagian depan dan 105 cm pada bagian belakangnya. Pada bagian wadah, memiliki panjang 163 cm dengan lebar 60 cm dengan tinggi 70 cm. Pada bagian depan wadah sarkofagus ini dipahatkan hiasan gajah dompak.

Bagian tutup Sarkofagus ini memiliki dimensi panjang 187 cm dengan lebar 60 cm dan tinggi 40 cm dengan bentuk prisma segitiga. Pada bagian depannya, dipahatkan kepala sebuah figur dengan rambut bergulung bagian belakangnya, dan dihias juga dengan pahatan gelombang.

Dari poros jalan utama, huta di dalam hutan Tele Situmorang berjarak kurang lebih 6 kilometer. Terdapat tinggalan sejarah peradaban nenek moyang dahulu yang masih banyak kita temukan di sana. Tak hanya wisata alam, Desa Wisata Partungko Naginjang juga dilengkapi dengan wisata sejarah.

4. Rumah Gorga Huta Lumban Balga

Tele Rumah Gorga
Rumah Gorga Huta Lumban Balga.

Sensasi bermalam di rumah tradisional Batak yang telah berusia lebih kurang 250 tahun menjadi pengalaman unik yang bisa kita temukan di Desa Wisata Partungko Naginjang. Tepatnya di Huta Lumban Balga Baneara Desa Partungko Naginjang, rumah batak ini berdiri megah dengan nuansa ukiran gorga tua..

Satu keunikan rumah ini, terdapat tiang besar ditengah rumah berdekatan dengan pintu masuk rumah gorga ini. Balok melintang yang sejajar, Sumban, (tiang di rumah Batak) menghubungkan balkon depan dan belakang itu disebut Buatpara, sebagai simbol batas Banua Tonga dengan Banua Ginjang. Dulu di situ juga diletakkan pelean kepada roh nenek moyang dan dewata selain di Sibuaton. Buatpara itu ditopang Basiha (tiang) berukir yang besar dan kokoh.

Penasaran? Yok ke Desa Wisata Partungko Naginjang. Sembari menginap, mie gomak sebagai sarapan pagi akan dihidangkan dengan kentang rebus sebagai menu khas yang ada di Desa Wisata Partungko Naginjang.

TERKAIT  Desa di Samosir Ini Punya 18 Unit Homestay

5. Aek Simarhire

Tele aek Simarhire
Aek Simarhire.

Siapa lagi yang tidak kenal dengan Air Terjun Efrata di Desa Sosordolok Kecamatan Harian? Ternyata, Air Terjun Efrata merupakan air terjun bersumber dari hutan yang ada di Desa Wisata Partungko Naginjang.

Uniknya, mulai dari hutan, air yang bermuara di Air Terjun Efrata merupakan aliran sungai bawah tanah. Sepanjang alurnya, ada 7 titik air sungai bawah tanah ini muncul ke permukaan. Salah satunya adalah Aek Simarhire.

Dari Simarhire kita bisa melihat aliran sungainya masuk kedalam rongga-rongga tanah yang melintas di bawah jalan raya Doloksanggul-Sidikalang hingga ke perkampungan. Begitu seterusnya sampai 7 kali muncul hingga ke Air Terjun Efrata.

Warga setempat ternyata tidak sembarangan memanfaatkan aek Simarhire. Ada pantangan dan larangan yang masih dipercayai masyarakat sekitar.

6. Aek Sitambarbona

Tele Aek Sitambar Bona
Aek Sitambar Bona.

Peradaban sejarah dan tinggalan nenek moyang terdahulu di Partungko Naginjang sebagai bukti dari cerita masa lalu yang sekarang dapat kita saksikan. Aek Sitambarbona yang merupakan peninggalan nenek moyang desa Partungko Naginjang merupakan mata air yang tidak pernah kering walau musim kemarau yang berkepanjangan. Selain sebagai sumber mata air desa, Aek Sitambarbona juga masih dipercayai sebagai tempat yang sakral bagi masyarakat setempat.

7. Agrowisata Kentang

Tele Agrowisata kentang
Panen Kentang.

Pertanian kentang menjadi pendapatan utama bagi masyarakat Desa Wisata Partungko Naginjang. Hampir seluruh warga yang ada di desa ini menanam kentang. Tata cara bertani kentang, perawatan bahkan panen di ladang dijadikan menjadi sebuah objek wisata edukasi yang diminati oleh keluarga yang memiliki anak.

Tentunya hasil panen kita, bisa langsung dibawa pulang. Tapi jangan lupa ditimbang dulu ya.

8. Dolok Togaraja

Tele Dolok togaraja
Dolok Togaraja.

Objek wisata unggulan yang ada di Desa Wisata Partungko Naginjang adalah Dolok Togaraja. Pemandangan alam dengan latar belakang Gunung Pussuk Buhit, Danau Toba, Lembah Harian, Sibeabea dan Holbung serta berbagai tempat lainnya menjadi destinasi ini sangat sayang untuk kamu lewatkan.

Dari jalan utama, hanya berjarak 2500 meter dengan jalan hasil sertunisasi. Sensasi alam dengan panorama yang tersajikan membuat dirimu betah berswa foto sepuasnya di lokasi ini.

Terdapat gazebo, permainan ATV, Camping Ground serta fasilitas toilet umum yang nyaman mendukung keindahan alam di sini. Untuk pasangan yang mencari lokasi preweding, destinasi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa ini sangat direkomendasi.

9. Goa Panonggoran

Goa Tele
Goa Panonggoran.

Masih berada di lokasi Dolok Togaraja ini, Goa Panonggor merupakan goa dengan keheningan yang dihiasi dengan deru air sungai bawah tanah. Goa ini dulunya digunakan warga untuk bersembunyi dari penjajah. Goa ini dimanfaatkan para pendahulu sebagai tempat untuk mengintip dan melihat para musuh penjajah. Temukan goa ini untuk melengkapi traveling anda.

10. Menara Pandang Tele

Tele Menara pandang
Menara Pandang Tele.

Walau sampai sekarang masih dalam perdebatan terkait siapa persisnya pemilik wilayah tempat berdiri Menara Pandang Tele ini, tapi dari nama, Menara Pandang Tele adalah bagian dari Desa Wisata Partungko Naginjang.

Paket wisata yang memasukkan Menara Pandang Tele ini menjadikan desa wisata ini sangat-sangat komplit untuk kita kunjungi. Minum kopi santai sambil menikmati keindahan alam dengan pesonanya yang aduhai, semakin nyata kita saksikan dari menara pandang dengan tarif Rp7.000 per orang.

Untuk mengunjungi kesepuluh potensi wisata yang ada di Desa Wisata Partungko Naginjang, setidaknya memerlukan dua hari dua malam agar lebih santai menikmati alam.

 

Penulis  : Febe
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU