spot_img

10 Destinasi Wajib Dikunjungi di Pulau Samosir

NINNA.ID – Saat menyusun Bucket List wisata ke Danau Toba, Pulau Samosir di tengahnya pasti tidak akan terlewatkan. Begitu pemerintah menetapkan kawasan Danau Toba sebagai daerah super prioritas unggulan, maka Pulau Samosir praktis ikut menjadi tujuan prioritas juga.

Di sektor pariwisata, Pulau Samosir justru sudah lama populer dibanding beberapa lokasi wisata baru di sekeliling Danau Toba. Di pulau ini ada banyak destinasi wisata yang sangat layak dikunjungi.

Berikut ada 10 tempat wisata yang saya rekomendasi wajib dikunjungi, bila sampai di pulau terbesar di tengah danau ini.

  1. Huta Siallagan
10 destinasi wajib di kunjungi
Huta Siallagan

Diartikan secara bebas sebagai kampungnya keluarga Siallagan, kampung adat ini terkenal dengan obyek wisata Batu Kursi Raja Siallagan. Batu kursi yang seperti kursi meja untuk sidang, dipakai untuk mengadili orang bersalah sampai dijatuhi hukuman.

Di sini saya mendengar kisah hukuman mati. Bagian jantung terpidana mati, biasa dimakan raja-raja setempat atau algojo. Dipercaya dapat menambah kesaktian.

Huta Siallagan harus dikunjungi karena dua hal. Pertama, kompleks kampung adatnya sudah dibenahi sehingga sudah siap menerima wisatawan.

Kedua, di sinilah saya merasakan pentingnya seorang guide. Dan guidenya bagus, menemani dan menjelaskan segala hal yang ada di kampung adat itu, termasuk cerita tentang Batu Kursi secara mendetail. Juga saya memahami filosofi rumah adat dan bahkan patung Sigale-gale lebih rinci di sini.

Huta Siallagan berada di Ambarita, Simanindo. Berjarak sekitar sepuluh menit menggunakan sepeda motor sewaan dari Tomok

2. Kampung Ulos Huta Raja

10 destinasi wajib di kunjungi
Kampung Ulos Huta Raja

Seperti sudah banyak diketahui, ulos adalah kain khas Batak. Karena itulah, menjadi menarik untuk melihat proses pembuatannya. Sebenarnya ada beberapa kampung yang memproduksi ulos di Samosir ini.

Tapi saya memutuskan untuk mengunjungi Kampung Ulos Huta Raja yang berada di Huta Bolon, Pangururan. Lumayan jauh sih dari Pasar Tomok sebagai titik referensi perjalanan di Samosir.

Sekitar satu jam setengah menggunakan sepeda motor. Cukup jauh sih, cuman ya seru saja, karena pemandangan sepanjang perjalanannya begitu indah.

Seperti halnya Huta Siallagan, Kampung Ulos ini juga sudah dibenahi menjadi lebih cantik dengan fasilitas lebih rapi. Ada tambahan area pandang ke Danau Toba di sebelah kompleks utama. Dan di kompleks utama ini, apalagi yang perlu dicari selain ibu-ibu yang sedang menenun kain ulos itu.

Mereka menenun tidak untuk acara show, tetapi menenun sebagai kegiatan sehari-hari. Akan sangat menarik jika kita membuka komunikasi dengan ibu-ibu penenun dan penduduk setempat. Ramah-ramah dan suka bercanda.

  1. Batuhoda Beach Simanindo
10 destinasi wajib di kunjungi
Batuhoda Beach Simanindo

Berjarak tidak terlalu jauh dari Kampung Ulos, kami mampir ke Pantai Pasir Putih. Meski bukan pinggir laut, tapi hanya pinggir danau, penduduk di sini tetap memanggilnya “Pantai”. Dan beneran pasirnya putih.

Ada beberapa pantai pasir putih di area sini. Tetapi saya memilih Pantai Pusir Batu Hoda di Simanindo. Pantai ini saya lihat dikelola secara professional, dengan lahan parkir yang teratur dan cukup luas.

Diteduhi cukup banyak pohon teduh serta aksen lampion membuat lokasi ini cukup bagus untuk berfoto. Belum lagi batu karang kecil yang terhampar di pantainya menjadi obyek foto yang keren. Juga papan petunjuk Km 0 (nol) Samosir menjadi focus tersendiri.

  1. Air terjun Sigarantung
10 destinasi wajib di kunjungi
Air Terjuj Sigarattung

Sekitar 20 menit perjalanan sepeda motor dari Pasar Tomok, berlawanan arah dari area Pantai Pasir Putih dan Kampung Ulos, tujuan saya adalah air terjun Sigarattung.

Di luar perkiraan saya, ternyata air terjun ini berada persis di sebelah jalan utama. Harusnya air terjun ini indah sekali, karena tebingnya tinggi. Tentu dengan tebing yang menjulang, derasnya air terjun menciptakan sensasi tersendiri.

Sayangnya, saya mengunjungi tidak pada saat yang tepat. Musim kemarau ternyata belum berlalu, sehingga debit air yang mengalir bisa dikatakan nol. Kering. Waktu sekarang-sekarang ini, saat hujan sudah mulai stabil, rasanya saat tepat untuk melihat air terjun yang indah ini.

  1. Danau Aek Natonang
10 destinasi wajib di kunjungi
Aek Natonang

Danau ini adalah satu dari dua danau yang dijuluki “Danau di atas Danau”.  Saya mengunjunginya setelah melewati air terjun Sigarattung. Jaraknya sekitar setengah jam dari Tomok. Melewati jalanan yang berliku, tapi dengan kondisi kualitas jalan yang bagus.

Aek Natonang ternyata tidak terlalu luas. Saya sih lebih senang menyebutnya sebagai “Situ”. Lokasinya sudah lumayan tertata, dengan beberapa area dijadikan fasilitas rumah makan dan spot foto.

Sementara saya justru melipir di sisi lain yang lebih menarik: bersebelahan dengan gerombolan kerbau besar yang sedang makan rumput. Ditambah pemandangan danau yang adem serta semilir angin yang saat itu dingin, dengan santai saya rebahkan punggung di rerumputan. Bebas. Lepas.

  1. Danau Sidihoni
10 destinasi wajib di kunjungi
Danau Sidihoni

Ini danau kedua yang dijuluki “Danau di atas Danau” itu. Lokasinya sebenarnya lebih dekat ke Pangururan.  Bersama rekan seperjalanan, saya  putuskan untuk meneruskan perjalanan dari Danau Aek Natonang saja. Jarak yang ditempuh dari Aek Natonang sekitar 30 kilometer, ditempuh sekitar 40 menitan dengan sepeda motor.

TERKAIT  Bercengkrama dengan Alam di Bumi Perkemahan Silalahi

Perjalanan ke Danau Sidihoni itu menarik sekali karena berjalan menembus hutan berbukit. Ya, istilahnya kita membelah Pulau Samosir. Dan dengan kondisi jalan yang mulus, kita malah diuntungkan dengan menikmati hutan kiri kanan yang kadang menarik sekali ketika tanamannya berbeda.

Danau Sidihoni sendiri tidak seperti diduga. Kecil sekali ukurannya. Rasanya gak jauh lah dengan Situ Pamulang di Tangerang Selatan. Bedanya Danau ini berada dikelilingi hutan dan udara yang sejuk. Di satu sisi, danau ini dibatasi dengan bukit tinggi berumput. Ah, menarik sekali.

  1. Bukit Beta
10 destinasi wajib di kunjungi
Bukit Beta

Awalnya, lokasi ini tidak ada dalam rencana. Sederhana alasannya. Tidak terpikirkan dan luput dari pencarian. Padahal selama dua hari di Samosir, praktis saya selalu lewati. Dan tahu ada Bukit Beta pun, karena penasaran saja: kok banyak yang naik bukit di belakang warung Muslim Umi Fazilla, tempat saya sering makan.

Ketika saya daki ke bukit yang tidak terlalu tinggi itu, barulah saya tahu. Bukit ini harus disinggahi. Dari bukit ini kita bisa melihat pemandangan Danau Toba dan juga tebing-tebing tinggi yang secara jelas memperlihatkan bentang alam Toba.

Tebing-tebing yang berada tepat di sebelah jalan utama, Jalan Pulau Samosir. Tebing-tebing tinggi gagah dengan kehijauan sawah-sawah di depannya, diselingi bangunan gereja.

Yang paling menarik saya lihat saat itu adalah anak-anak yang sedang bermain sepakbola. Bayangkan bermain sepakbola di tanah dengan pemandangan yang sangat indah.

  1. Tuktuk Siadong
tuktuk
Tuktuk Siadong

Sebenarnya ini bukanlah Kawasan wisata spesifik. Tuktuk Siadong adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Simanindo. Di Tuktuk inilah saya menginap di sebuah homestay murah meriah. Iya Tuktuk adalah sebuah kawasan tempat menginap wisatawan. Ya mirip-mirip di Bali gitu, Seminyak atau apalah. Banyak homestay, hotel atau villa.

Kebanyakannya tentunya dengan view menghadap ke Danau Toba. Tepian Danau Toba dari sini  memang bukan berbentuk pantai landai berpasir. Bisa jadi kondisi seperti ini tidak menarik bagi wisatawan. Tapi menarik bagi saya yang mengeksplor kawasan itu di pagi hari dengan acara lari pagi.

Sangat menarik melihat aktivitas warga di pagi yang sejuk itu: ada yang olahraga, ada yang besihkan kafe, ada yang membantu mencuci anjing bakar, dan tentu saja di hari Minggu itu terlihat mereka-mereka yang sedang berjalan menuju gereja. Termasuk anak-anak dengan pakaian terbaiknya.

  1. Pasar Tomok
tomok
Pasarn Tomok

Pasar Tomok disimpan di nomor akhir karena mayoritas wisatawan yang datang ke Pulau Samosir pasti akan menyinggahinya. Iya, Pasar Wisata Tomok itu persis berada di jalur keluar dari Pelabuhan Tomok. Kapal yang saya tumpangi dari Ajibata, Parapat, berlabuh di sini.

Pasar ini menjual berbagai pernak-pernik oleh-oleh khas Toba. Keluar dari area Pelabuhan, kita akan bertemu jalan raya dengan deretan warung dan restoran serta toko.

Di sini, saya sempatkan dulu makan pagi di restoran muslim. Menyeberangi jalan kita bisa masuk lagi ke jalan dengan lebar yang sama yang juga menjual pernak-pernik oleh-oleh.

Jalan atau gang pasar itu mengarah ke Obyek Wisata Sigale-gale. Yang menarik dari Pasar Wisata Tomok itu adalah harganya. Murah-murah sih menurut saya. Namun demikian, saya pikir Pasar Tomok harus direnovasi sehingga lebih menarik.

  1. Pertunjukan Tari Patung Sigale-gale
sigale gale
Patung Sigale-gale

Sebenarnya lokasi wisata ini mungkin yang paling dikenal dan dicari. Apalagi lokasinya sangat dekat dengan Pasar dan Pelabuhan Tomok. Namun, saya menaruhnya di list terakhir dengan berbagai pertimbangan logis: saya mengunjunginya di ujung perjalanan.

Jadinya, saya sudah memiliki standar dari kunjungan ke beberapa tempat wisata sejenisnya. Jika ingin melihat keunikan rumah adat, saya lebih memilih mengunjungi Kampung Ulos atau Huta Siallagan.

Rumah adat di Kampung Ulos lebih rapih, lebih tertata meski rumahnya dihuni penduduk keseharian. Sementara rumah adat di Huta Siallagan lebih baru meski memang ditujukan sebagai contoh dan belum tentu dihuni.

Sementara itu, saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan pertunjukan tari patung sigale-gale. Sederhana saja alasannya. Saya lihat tarif menontonnya per-orang cukup tinggi buat saya yang sedang backpackeran.

Apalagi setelah mendengarkan uraian bahwa sekarang ini Patung Sigale-galenya menari tidak karena rohnya dipanggil dan datang. Praktek memanggil roh itu sudah ditinggalkan.

Itulah sepuluh tempat wisata yang saya kunjungi selama backapackeran dua hari di Pulau Samosir. Enjoy Pulau Samosir. Enjoy Toba.

 

Penulis    : Rifki Feriandi
Editor        : Mahadi Sitanggang

Artikel ini sebelumnya sudah terbit di kompasiana.com
https://www.kompasiana.com/rifkidikompas/6192407306310e59bc33d1c2/10-destinasi-wajib-kunjung-di-pulau-samosir?page=all#sectionall

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU